Liputan6.com, Tasikmalaya : Meski bulan puasa, seorang PSK di Tasikmalaya, Jawa Barat, tetap 'berjualan'. Padahal sudah ada larangan dari pemerintah daerah setempat, tapi PSK itu termasuk para penghuni lokalisasi masih terus beraktivitas. Seperti yang dilakukan seorang wanita penghibur di salah satu gang samping Masjid Agung Tasikmalaya, sebut saja namanya Kembang (21). Kembang berpuasa di siang hari, tapi tetap melayani para tamu di tengah malam.
"Saya puasa kok. Melakukan hubungan sampai sahur. Saya sampai sahur saya sudah selesai. Ikut sahur. Habis itu saya puasa. Sorenya ngabuburit," kata dia saat ditemui di tempatnya bekerja, Minggu 14 Juli 2013 malam.
Alasan klasik dituturkan Kembang mengapa tetap melakukan kegiatan ini di bulan Ramadan. "Untuk cari makan lah, Aa," ujarnya singkat.
Kembang yang dimiliki seorang 'mami' ini enggan menuturkan identitasnya lebih lanjut. Termasuk kamar tempat beroperasi yang hanya berjarak 200 meter dari masjid. Dirinya khawatir ada pihak-pihak yang memaksa menutup lokasi kerjanya yang berada di gang samping hotel K itu.
Sementara, sang mami mengakui tetap membuka orderan PSK melalui telepon karena sebagai sampingan pendapatan. Meski rasa khawatir tetap menghampiri. "Kalau puasa ini memeang takut ada razia. Kayak hotel sebelah yang jam 12 juga ditutup pintunya, untuk antisipasi," kata si mami. (Ism/Mut)




