bandar303
Promo

Pemerkosaan Irina Picu Geger di Ukraina: `Hukum Sudah Mati!`


By on 10.00

Pemerkosaan Irina Picu Geger di Ukraina: `Hukum Sudah Mati!`

Liputan6.com, Vradiyevka : Kasus pemerkosaan dan penyiksaan yang dialami Irina Krashkova (29), wanita asal Vradiyevka, menggegerkan seantero Ukraina. Rakyat di negeri Eropa Timur itu murka, apalagi pelakunya diduga dilakukan polisi -- yang seharusnya melindungi warga.

Para aktivis turun ke jalan. Menuntut pelakunya dihukum berat. Kasus Irina dikaitkan dengan penyalahgunaan kekuasaan aparat, yang sudah keterlaluan.

Apa yang dialami Irina bagai puncak gunung es. Rakyat sudah lelah dengan kesewenang-wenangan, ditambah lagi adanya impunitas atau kekebalan hukum yang berlaku untuk pejabat dan kroninya, pengusaha, polisi -- dari yang tertinggi sampai petugas polsek.

Kejadian mengerikan yang dialami Irina terjadi di suatu malam di musim panas. Pulang kerja, ia menghibur diri bersama teman-teman perempuannya di sebuah bar lokal.

Saat berjalan pulang, ia dihampiri 2 polisi. Irina kenal salah satunya, Letnan 1 Evhen Dryzhak, polisi yang paling ditakuti di wilayah itu -- pemabuk berat, tak ragu menganiaya penduduk, dan kerap memaksa warga membayar tagihan barnya.

Apa yang terjadi selanjutnya menghancurkan kehidupan damai Irina, yang sehari-hari menghabiskan waktunya dengan beternak bebek dan bermain catur dengan anaknya, Dimitry, yang masih berusia 12 tahun.

Ia disiksa dan dilecehkan di dalam hutan oleh 2 polisi itu. Hingga babak belur. Fisik, juga hatinya, tak terkira sakitnya. Irina ditolong seorang manajer pabrik, Svitlana Chubko. "Ia dalam kondisi terluka dan berdarah," kata Svitlana, seperti dimuat News.com.au, Senin (22/7/2013)

Untung Irina sempat melarikan diri, sebab, para terduga pelaku diduga kembali ke lokasi untuk menghabisi perempuan malang itu.

Dan meski korban menunjuk hidung pelaku, Evhen Dryzhak 'si biang kerok' masih berkeliaran di jalanan Vradiyevka. Membeli raspberries. Ia bahkan memeriksa keterangan saksi dalam kasus itu. Seakan tak melakukan kesalahan apapun.

Melihat penanganan yang lambat, warga pun marah. Ratusan orang menyerbu kantor polisi tempat pelaku bertugas. Melempari bom molotov, batu, dan memecahkan jendela dengan pentungan.

Usaha warga tak sia-sia. Evhen ditangkap menyusul dua rekannya yang lain, Letnan Dmitry Polishchuk dan temannya yang menyetir mobil -- yang ditahan karena memberikan kesaksian palsu -- yang saat itu sudah dipenjara. Alibi bahwa ia di kantor di malam kejadian dipatahkan.

Serhiy Maksimenko, seorang aktivis yakin, jika tak ada protes, kasus penganiayaan Irina pasti ditutup-tutupi. Sebab, Letnan Dmitry adalah keponakan dari seorang jaksa senior wilayah. Sementara, Evhen berhubungan erat dengan pejabat tinggi kepolisian.

"Saya 100 persen yakin Evhen bakal keluar dari penjara, bebas dari tuduhan," katanya.

Sekitar dua minggu setelah kasus Irina, kegiatan di kantor polisi Vradiyevka sudah berjalan seperti biasa. Jendela yang pecah dan pintu rusak sudah diganti.

Kepala polisi, Valery Koba berusaha menunjukkan simpati pada korban. Ia mengatakan, protes warga tak seharusnya sampai terjadi. Namun ia membantah ini adalah bentuk dari impunitas.

Kisah serupa sebelumnya terjadi di Mykolaiv, ibukota provinsi. Seorang perempuan muda diperkosa, dibakar, dan tewas dua minggu kemudian. Tiga tersangka ditahan, namun salah satu di antaranya -- yang dekat dengan penguasa wilayah, juga temannya, segera dibebaskan.

Mereka baru kembali dibui setelah protes warga terjadi di seluruh negari. Satu tersangka dihukum seumur hidup, dua lainnya divonis 14-15 tahun bui.

"Hukum Sudah Mati"

Apa yang terjadi pada Irina kembali membuat warga murka. Protes digelar di ibukota Kiev, para pendemo mendirikan tenda. Sejumlah demonstran juga berdatangan, dengan jalan kaki dari Vradiyevka. Namun aksi itu dibubarkan paksa polisi, tenda-tenda dirubuhkan. Sejumlah aktivis ditahan.

Rakyat Ukraina sudah lelah dengan segala penyalahgunaan kekuasaan, yang dilakukan para penguasa dan para kroninya --- dari kejahatan besar sampai kecil, menerima suap sampai mengabaikan kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Warga mengaku tak berdaya menghadapi mesin raksasa pemerintahan yang korup.

Sementara, laporan penyalahgunaan kewenangan oleh polisi melonjak tajam sejak pemilu 2010--yang memenangkan Presiden Viktor Yanukovych. Dari laporan kekerasan hingga suap.

Amnesti International juga menyebut, penyalahgunaan wewenang polisi telah merajalela di Ukraina. Namun, pihak berwenang menolak untuk menyelidiki dan melakukan langkah untuk menghentikannya.

"Reaksi warga Vradiyevka jelas menunjukkan masyarakat tidak percaya lagi dengan sistem hukum, penyelidikan dan persidangan atas kejahatan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah,'' kata pihak Amnesti Internasional, awal Juli lalu. (Ein/Yus)

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.