Seperti dilansir dari Daily Mail (14/08/2013), baru-baru ini para peneliti di Amerika Serikat mengumumkan bahwa konsumsi gula tambahan, bahkan pada tingkat aman, tetap berdampak buruk bagi kesehatan walaupun tanpa gejala-gejala yang mendahuluinya.
Para peneliti menggunakan tikus sebagai objek penelitian. Mereka memberi tikus-tikus tersebut makanan atau diet yang sama dengan manusia ditambah tiga kaleng soda tiap harinya. Hasilnya, kelompok tikus betina mati dua kali lebih cepat dari kelompok tikus yang sebagian makanannya tidak mengandung gula.
Sedangkan tikus jantan yang diberi diet tinggi gula mengalami penurunan kemampuan reproduksi dan mempertahankan wilayahnya. Para peneliti menduga bahwa gula memiliki efek merusak pada kesehatan mamalia, termasuk manusia.
Peneliti dari Univerisity of Utah mengatakan, tikus-tikus yang dijadikan obyek penelitian tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan fisik yang serius di tubuh mereka. “Hasil penelitian kami membuktikan, konsumsi gula tambahan yang masih dalam batas aman tetap memiliki dampak negatif bagi kesehatan mamalia,” ujar salah satu peneliti seperti tertulis dalam jurnal Nature Communications.
Sebelumnya tikus-tikus tersebut diberikan 25 persen asupan energi dalam bentuk tambahan gula, tanpa mempedulikan berapa banyak kalori yang mereka makan. Dalam istilah manusia, apa yang diberikan pada tikus tersebut sama dengan tambahan tiga kaleng soda setiap hari.
Setelah 32 minggu, lebih dari sepertiga tikus betina yang diberi diet gula mati dua kali lebih banyak daripada tikus yang diberi diet non-gula. Sedangkan tikus jantan yang diberi diet gula mengalami penurunan kemampuan reproduksi sebesar 25 persen. Tikus jantan ini juga mengalami penurunan kemampuan mempertahankan wilayah sebesar 26 persen.
Pemimpin penelitian, Professor Wayne Potts mengatakan, “Penelitian ini menunjukkan efek samping dari gula yang ditambahkan pada obyek penelitian setara manusia.” Untuk mengamati tikus dalam penggambaran realistis, peneliti memilih menempatkan tikus-tikus tersebut dalam kamar bukan kandang.
(odi/fit)





