Burger daging tabung inipun sudah bisa dinikmati di London sejak 5 Agustus lalu. Yang mengejutkan, rasa daging tabung ini ternyata mirip dengan rasa daging sapi asli. Menurut Professor Post, pembuatan burger tabung juga ini nantinya bisa menekan angka produksi daging yang diperkirakan WHO akan meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk.
Lalu muncul pertanyaan mengenai kehalalan konsumsi burger daging tabung ini mengingat produksi dagingnya dilakukan dengan cara tak biasa. Seperti dilansir dari Halal Focus (15/08/2013), Abdul Qahir Qamar dari Akademi Fiqih Islam Internasional di Jeddah, Arab Saudi mengatakan bahwa daging tabung atau daging in-vitro bukan termasuk daging dari hewan hidup, melainkan daging yang dibuat dengan proses pemanfaatan ilmu pengetahuan.
Dalam Islam, daging hewan dinyatakan halal bila melalui proses penyembelihan sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan, seperti memotong empat urat leher hewan dengan pisau yang tajam.
“Tidak ada hal yang memberatkan dalam mengonsumsi jenis daging yang dibuat dengan proses pemanfaatan ilmu pengetahuan ini,” ujar Islamic Institute of Orange County di California, Amerika Serikat melalui situs resminya.
“Selama sel-sel yang digunakan tidak berasal dari babi, anjing, atau binatang lain yang diharamkan dalam hukum Islam, maka daging akan menjadi vegetatif. Proses serupa ini bisa ditemukan dalam pembuatan acar dan yoghurt yang difermentasi,” ujar Abdul Qahir Qamar.
(odi/dyh)





