Liputan6.com, Washington DC : Edward Snowden tengah menjadi buronan pemerinta Amerika Serikat setelah membocorkan informasi rahasia pemerintah negara tersebut. Bahwa selama ini Badan Keamanan Nasional AS (NSA) melakukan upaya penyadapan terhadap warga AS sendiri.
Kini pengungkapan terbaru datang dari seorang wartawan yang pertama kali memberitakan Snowden, Glenn Greenwald. Dia bilang, informasi yang sudah disebar Snowden itu tidak seberapa, dibanding data yang masih disimpan pria yang merupakan bekas karyawan teknis Badan Intelijen AS (CIA) ini.
Menurut Glenn, Snowden mempunyai informasi yang bisa menghancurkan AS hanya dalam waktu 1 menit. "Namun ia memilih tidak menyiarkannya. Itu bukan tujuannya," ungkap Gleen kepada koran Argentina La Nacion, seperti dikutip dari Huffington Post, Minggu (14/7/2013).
Jurnalis yang menerbitkan rangkaian dokumen bocoran dari Snowden di koran Inggris, Guardian itu mengatakan, Snowden hanya ingin mengingatkan orang-orang bahwa informasi pribadi mereka telah dieksploitasi dinas intelijen AS.
Ungkapan serupa pernah dilayangkan mantan Presiden AS George W Bush. Dia menyatakan, Snowden telah menghancurkan AS. Dan pemerintahan Barack Obama sedang kerepotan menghadapi dampak dari pembocoran tersebut.
"Menurutku, ia telah menghancurkan negara. Pemerintah tengah menghadapi dampaknya," ungkap Bush di Zambia, seperti dimuat CNN, 2 Juli 2013.
Snowden Minta Suaka Rusia
Snowden diketahui sedang berada di bandara Sheremetyevo, Moskow, setelah paspornya dicabut pemerintah AS 3 pekan sebelumnya.
Jumat 12 Juli lalu Snowden tiba-tiba mengumpulkan para aktivis Rusia untuk mengutarakan keinginannya mencari suaka di Rusia, hingga dia aman pergi ke Amerika Latin yang akan menjadi tempat penampungan permanennya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, Snowden mesti mengajukan surat permintaan suaka kepada Kantor Imigrasi Federal (FMS).
Sementara menurut Kepala FMS Konstantin Romodanovsky, pihaknya belum menerima apa-apa dari Snowden. Jika dia telah mengajukan permohonan suaka, kata Romodanovsky, maka Rusia akan mempertimbangkannya menurut prosedur biasa.
Sikap terbuka Rusia untuk menampung Snowden ini mendapat reaksi keras dari AS. Juru bicara Gedung Putih Jay Carney menyatakan, "Memberi platform propaganda kepada Snowden sama halnya dengan menentang deklarasi pemerintah Rusia sebelumnya mengenai netralitas Rusia." (Riz/Ism)



