bandar303
Promo
Tampilkan postingan dengan label bola taruh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bola taruh. Tampilkan semua postingan

Pukuli Sopir Bus, 7 Preman Diringkus di Pintu Tol Kebon Jeruk


Pukuli Sopir Bus, 7 Preman Diringkus di Pintu Tol Kebon Jeruk

Liputan6.com, Jakarta : 7 preman diringkus polisi lantaran memukul sopir bus yang sedang menunggu penumpang di pintu Tol Kebon Jeruk, tepatnya di depan Apartemen Kedoya, Jakarta Barat.

"Mereka kita tangkap tadi siang karena memukuli sopir bus yang sedang menunggu penumpang di pintu tol depan Apartemen Kedoya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu, (14/8/2013).

Hengki menambahkan, polisi memperkirakan bahwa anggota komplotan mereka berjumlah sekitar 20 orang. "Mereka biasanya menawarkan jasanya kepada bus untuk dicarikan penumpang. Biasanya mereka ini disebut timer," jelas Hengki.

Setelah itu, lanjutnya, mereka akan meminta uang kepada pihak bus dengan cara memaksa. "Kalau tidak dikasih, mereka mengancam," tambah Hengki.

Hengki mengatakan pihaknya masih memeriksa dan mengembangkan kasus 7 pelaku yang tertangkap ini. "Dari situ kami akan mengembangkannya untuk menjaring seluruh komplotan yang cukup meresahkan masyarakat ini," tutup Hengki. (Ado)


Lebaran Ketupat Unik di Banyumas, Salat dan Makan Khusus Pria


Lebaran Ketupat Unik di Banyumas, Salat dan Makan Khusus Pria

Liputan6.com, Banyumas : Ternyata Lebaran belum berakhir di Banyumas, Jawa Tengah. Di tempat ini warga masih melakukan salat khusus dan menggelar makan bersama. Salah satu ciri khasnya adalah dengan makan ketupat dari janur kuning.

Sejumlah masjid Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, menyelenggarakan salat di masjid desa setempat, Kamis (15/8/2013). Mereka menyebutnya sebagai salat ngidki atau salat 6 hari setelah memasuki Syawal. Meski hanya diikuti puluhan warga, namun warga tampak khusyuk dan khidmat melaksanakan tradisi ini.

Uniknya, kegiatan yang dikenal dengan nama Lebaran Ketupat ini, mereka yang salat hanya para pria saja dan sudah tergolong tua. Salatnya tidak seperti Idul Fitri yang hanya 2 rakaat. Pada Lebaran Ketupat, salat dilakukan 20 rakaat.

Sementara para ibu di desa itu telah menyiapkan makanan untuk disantap bersama di dalam masjid. Makanan khasnya berupa ketupat dari janur kuning yang kemudian dicampur dengan opor ayam.

"Pada saat makan bersama pun tak diperbolehkan diikuti oleh para wanita," kata sesepuh desa, Abdul Ghofur di Banyumas, Jateng, Kamis (15/8/2013).

Menurut Abdul, pengikut tradisi Lebaran Ketupat di desa tersebut ada sekitar 100-an jamaah yang tersebar di sejumlah masjid.

Lebaran Ketupat merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang mereka. Tradisi ini merupakan perwujudan rasa syukur setelah warga melakukan puasa Syawal yang dimulai pascaLebaran.

Dengan menggelar tradisi yang dilakukan 6 hari setelah Lebaran tersebut, diharapkan warga bisa lebih merasa puas. Karena puasa Syawal tak kalah pahalanya dengan puasa Ramadan. (Frd/Sss)


Jadi Sasaran Tembak, Polisi: Masyarakat Tak Perlu Khawatir


Jadi Sasaran Tembak, Polisi: Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Liputan6.com, Jakarta : Satu bulan belakangan polisi telah menjadi sasaran tembak oleh orang tak dikenal. Sedikitnya sudah 3 orang meninggal akibat peristiwa penembakan. Meski begitu, masyarakat diminta tidak khawatir dengan kondisi ini.

"Sepertinya, perbuatan penembakan polisi memang arahnya kepada kepolisian. Sehingga masyarakat tidak perlu resah," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronnie F Somphie saat ditemui RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (17/8/2013).

Selain itu, lokasi penembakan pun tidak merambat ke daerah lain. Lokasi penembakan hanya terpusat di wilayah tertentu.

"Letak kejadian itu di suatu wilayah di Jakarta Selatan dekat Tangerang Selatan," ungkapnya.

Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan keamanan dan ikut berpartisipasi bersama polisi memerangi kejahatan. Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi kejadian dapat memberi informasi jika ada hal yang berhubungan dengan kejadian ini.

"Keamanan lingkungan secara guyub kekeluargaan. Ini memperkecil ruang gerak kejahatan apa saja. Malah kewaspadaan di masyarakat nantinya menjadi cara pencegahan yang paling kuat karena polisi tidak bisa bekerja sendiri. Harus dibantu pengamanan masyarakat," tandas Ronnie. (Ali)


Simon Ditahan di Rutan Guntur, Rudi di Rutan KPK


Simon Ditahan di Rutan Guntur, Rudi di Rutan KPK Rudi Rubiandini (tengah). (Liputan6.com/Andrian M Tunay)

Petinggi PT Karnel Oil Private Limited, Simon Gunawan Tanjaya, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rutan Guntur. Sedangkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, ditahan bersama tersangka lainnya, Ardi, di Rutan KPK.

"S ditahan di Guntur. Dia ditahan untuk 20 hari ke depan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/8/2013) malam.

Simon meninggalkan Gedung KPK sekitar pukul 20.40 WIB. Ia mengenakan rompi tahanan KPK ditemani pengacaranya, Junimart Girsang.

Saat meninggalkan KPK, Simon bungkam dan terlihat tegang saat diberondong pertanyaan dari awak media yang sudah menunggu sejak pagi. Namun, tak ada kata yang terucap dari Simon. Ia melenggang masuk ke mobil yang mengantarnya ke rutan. (Ado)


SPBU KM 62 Terpadat di Cikampek, Puluhan Petugas Dikerahkan


Liputan Mudik | Oleh Silvanus AlvinSPBU KM 62 Terpadat di Cikampek, Puluhan Petugas Dikerahkan (Liputan6.com/Silvanus Alvin )

Liputan6.com, Cikampek : Bila melewati Tol Cikampek mengarah Jakarta, maka akan melewati SPBU KM 62. SPBU tersebut terkenal dengan kepadatannya. Pertamina sebagai pemasok bahan bakar utama di Indonesia pun mengerahkan puluhan petugas terbaiknya.

"Di SPBU ini ada puluhan petugas, total ada 57 orang," kata Manajer SPBU KM 62 Aris Puji Harsanto saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (14/8/2013).

Aris pun merinci, untuk petugas yang bekerja mengisi bahan bakar ada 51 orang yang terbagi dalam 3 shift. Para petugas yang biasanya berpakaian dinas warna merah khas Pertamina itu biasanya diawasi oleh 4 pengawas. Soal kebersihan, SPBU KM 62 menyerahkannya kepada 2 orang kepercayaannya.

Namun, khusus kebersihan, SPBU ini juga dibantu oleh penduduk setempat. Sebanyak 20 orang, yang terbagi dalam shift pagi dan malam akan menjaga kebersihan di area SPBU.

Salah satu petugas kebersihan bernama Asep mengatakan tugasnya menumpuk banyak ketika puncak arus balik. "Banyak yang buang sampah sembarangan, saya kelimpungan, jadi capek berat," ujar pria yang berpakaian dinas warna hijau itu sembari memegang sapu lidinya.

SPBU KM 62 terkenal padat pengunjung, karena pertemuan 2 pengunjung di jalur, dari arah Pantura ke Jakarta dan dari Bandung ke Jakarta. Bila terlalu padat, maka pintu masuk SPBU akan ditutup oleh polisi patroli jalan raya.

"Lamanya waktu penutupan itu minimal 2 menit," tandas pengawas SPBU Jojo Sutarjo. (Mut)


7 Akademisi Tersandung Korupsi di KPK


7 Akademisi Tersandung Korupsi di KPK

Liputan6.com, Kalangan akademisi dibuat kaget ditangkapnya Rudi Rubiandini oleh KPK. Mantan Kepala SKK Migas itu ditangkap karena diduga menerima suap dari perusahaan minyak asing sebesar US$ 400 ribu.

Bahkan alumni ITB, Purbaya Yudhi Sadewa miris mengenai ditangkapnya Rudi yang juga berasal dari almamaternya. "Beliau (Rudi) kan tadinya dikenal bersih. Jadi sosok yang suka menerobos (oknum) yang kotor-kotor. Jadi sebagian orang masih tidak percaya ini bisa terjadi," kata Purbaya.

Namun, kasus akademisi yang tersandung kasus korupsi yang diusut KPK bukan kali ini terjadi. Tercatat ada 7 akademisi yang sebagian besar juga menjabat sebagai guru besar di kampusnya masing-masing sudah pernah berurusan dengan KPK.

Berikut daftar guru besar yang pernah menjadi pasien KPK:

1. Rudi Rubiandini
Guru Besar ITB itu ditangkap KPK pada Selasa 13 Agustus sekitar pukul 22.30. Rudi yang pernah menjabat Kepala SKK Migas dan Wakil Menteri ESDM itu ditangkap usai menerima US$ 400 juta dari koleganya Deviardi. Uang itu diduga berasal dari petinggi PT Kernel Oil Pte Ltd, Simon Gunawan Tanjaya.

Selain itu, penyidik juga turut mengamankan sebuah motor BMW dari tangan Rudi yang diketahui juga merupakan pemberian dari Simon. Tak hanya itu, KPK juga menyita US$ 90 ribu dan 127 ribu dolar Singapura yang ditemukan di rumah Rudi, serta US$ 200 ribu yang ditemukan di rumah Ardi.

Rudi saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan huruf b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK pun langsung menahan Rudi di Rutan KPK.


2. Nazaruddin Sjamsuddin
Guru Besar Ilmu Politik FISIP UI itu harus berurusan dengan KPK saat menjabat sebagai Ketua KPU periode 2000-2007. Nazaruddin tersandung kasus pengumpulan dana taktis yang berasal dari rekanan KPU pada 2005.

Nazaruddin pun divonis bersalah dan ditahan selama 6 tahun penjara. Tak hanya itu, Nazaruddin juga diwajibkan membayar uang korupsi sebesar Rp 1,068 miliar.

Saat ini, Nazaruddin sudah menjalani hukumannya. Setelah bebas, Nazaruddin menerbitkan autobiografinya berjudul `Bukan Tanda Jasa` yang berisi pengalaman hidupnya selama menjadi Ketua KPU.


3. Rusadi Kantaprawira
Guru Besar Universitas Padjadjaran itu juga tersandung kasus korupsi saat menjabat sebagai anggota KPU. Dia dinyatakan terlibat dalam korupsi pengadaan tinta sidik jari Pemilu 2004.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi mengganjar Rusadi 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Upaya hukumnya agar terlepas dari kasus itu kandas. Hakim pengadilan banding hingga Hakim Agung menolak permohonan Rusadi.

Rusadi pun kini telah bebas. Dan dia kembali ke kampusnya mengajar.


4. Mulyana W Kusumah
Kriminolog asal Universitas Indonesia itu tertangkap tangan saat menerima suap dari anggota BPK. Saat itu Mulyana menjabat sebagai anggota KPU. Kasus inilah yang membuka terkuaknya korupsi di KPU.

Selain kasus suap, Mulyana juga tersandung kasus korupsi pengadaan kotak suara Pemilu 2004. Mulyana pun divonis 2 tahun 7 bulan penjara untuk kasus suap, serta hukuman 15 bulan penjara untuk korupsi kotak suara.


5. Daan Dimara
Guru Besar Universitas Cendrawasih itu juga tersandung kasus korupsi saat menjabat anggota KPU. Dia dinyatakan terlibat korupsi pengadaan segel surat suara pada 2005.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Daan selama 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Hukuman ini bertahan hingga tahap kasasi. Saat menjalani hukuman, Daan meminta agar ditahan di kampung halamannya.


6. Rokhmin Dahuri
Guru Besar IPB itu tersandung korupsi saat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong. Rokhmin dinyatakan terlibat korupsi dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan.

Rokhmin divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Hukuman ini tetap bertahan meskipun Rokhmin mencoba mengajukan banding dan kasasi ke Mahkamah Agung.


7. Miranda Swaray Goeltom
Guru Besar Universitas Indonesia itu tersandung kasus korupsi pemberian cek pelawat untuk anggota DPR. Cek pelawat itu disebut diberikan agar anggota DPR memilihnya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.

Miranda divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Putusan ini diperkuat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan putusan kasasi Mahkamah Agung. Miranda dinyatakan terbukti menyuap anggota DPR melalui rekannya, Nunun Nurbaetie Daradjatun. (Ary)


Jadi Cawapres Dampingi Jokowi, Ahok: Rugi Dong Gua


Jadi Cawapres Dampingi Jokowi, Ahok: Rugi Dong Gua Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Dok. Liputan6.com/Danu Baharuddin)

Liputan6.com, Jakarta : Dari hasil survei-survei calon presiden untuk Pilpres 2014, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kian menanjak. Mantan walikota Surakarta yang karib disapa Jokowi itu kerap kali disandingkan dengan beberapa tokoh politik seperti Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri untuk berpasangan capres-cawapres.

Bahkan, juga timbul keinginan masyarakat agar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok turut maju mendampingi Jokowi sebagai cawapres. Namun, ternyata mantan Bupati Belitung Timur itu menganggap apabila mereka berdua menjadi RI 1 dan RI 2, akan merugikan dirinya.

"Rugi dong gua. Nggak pernah jadi DKI 1 dong gua," ujar Ahok sambil tertawa di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Ditanya apakah dirinya memang mengincar posisi DKI 1, Ahok membantah hal tersebut. Ia berasalan apabila ia pergi dari Jakarta maka akan sangat merugi karena dirinya sudah berkomitmen membangun Jakarta hingga layak disandingkan dengan kota-kota dunia lainnya. Untuk itu, ia harus tetap melanjutkan tugas dan tanggung jawabnya di DKI.

"Bukan. Maksud saya, kalau saya pergi rugi dong. Kan kita komitmen untuk bikin seperti Singapura kan butuh 20 tahun. Jadi musti nyambung dong. Jadi wakil nyambung," jelas Ahok.

Sementara, ia beranggapan apabila Jokowi akhirnya maju mencalonkan diri sebagai capres 2014 mendatang, maka kemungkinan menang pasti sangat besar. Namun, Ahok mengaku sampai saat ini Jokowi tidak sedikitpun pernah menyinggung akan menjadi capres walaupun hanya tersirat.

"Nggak pernah ngomong mau nyalon. Tapi kalau diliat dari survei sih pasti menang. Kalau beliau nyalon," ujar Ahok. (Mut)


Polisi Akan Reka Ulang Pembunuhan Sadis Sisca Yofie


Polisi Akan Reka Ulang Pembunuhan Sadis Sisca Yofie

Liputan6.com, Jakarta : Kepolisian akan melakukan reka ulang pembunuhan sadis terhadap manajer multifinance Fransisca Yofie. Meskipun saat ini polisi sudah mengantongi keterangan dari Ade dan Wawan si tersangka pembunuhan.

"Kami segera lakukan reka ulang untuk mengetahui lebih detil kejadian tersebut," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Sutarno, saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (12/8/2013).

Menurut Sutarno, pihaknya tak dapat mempercayai saja pengakuan dari 2 tersangka pembunuhan itu. "Kami kan juga harus kroscek keterangan dari saksi dan pihak lainnya. Termasuk melakukan reka ulang ini," ujarnya.

Namun, Sutarno belum dapat memastikan kapan reka ulang akan dilakukan. "Secepatnya setelah semua keterangan dikumpulkan," ujarnya.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan Ade dan Wawan sebagai tersangka pembunuhan. Mereka diganjar dengan Pasal 365 ayat (4) KUHP. Paman dan keponakannya itu pun terancam hukuman mati.

Selain Ade dan Wawan, polisi juga menetapkan 4 orang lainnya sebagai tersangka. Mereka diduga sebagai pencuri dan penadah barang-barang milik Sisca Yofie. (Ary)

Dukcapil DKI: Kalau Tidak Kerja, Tidak Bisa Tinggal di Jakarta


Dukcapil DKI: Kalau Tidak Kerja, Tidak Bisa Tinggal di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta : Operasi Yustisi di DKI Jakarta telah ditiadakan dan diganti dengan sistem Bina Kependudukan. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Purba Hutapea, menjelaskan penduduk yang tidak ber-KTP DKI dan belum mendapatkan pekerjaan akan diberi pembinaan terlebih dulu. Mereka tidak dipulangkan begitu saja.

Batasi Pendatang Baru, Jokowi: Tidak Mungkin Jakarta Dipagari

"Sebagian dari mereka akan dibawa ke panitia sosial, dilatih dan dibina. Apabila memungkinkan, disalurkan ke bursa tenaga kerja kemudian dipekerjakan. Misalnya di tata boga, kuliner, dan lain-lain," ujar Purba di Balaikota, Jakarta, Senin (12/8/2013).

Tetapi apabila penduduk non-KTP DKI itu ternyata tidak mampu bekerja atau sakit, mereka akan dikembalikan ke daerah asalnya. Untuk itu, setiap tahun, pihaknya telah bekerja sama dengan RT dan RW untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut.

"Melalui RT dan RW, akan disosialisasikan aturan kependudukan. Kalau tidak punya pekerjaan dan tidak mampu kerja, maaf, tidak bisa tinggal di Jakarta," kata Purba.

Menurutnya, Pemprov-pemprov di Pulau Jawa telah lakukan perjanjian mengenai urbanisasi tersebut. Jika pendatang ke Jakarta, misalnya, tidak juga mendapatkan pekerjaan maka akan diserahkan kembali ke kampung halamannya. Pemda asal yang akan bertanggung jawab.

"Sebab, masalah urbanisasi seharusnya dapat diatasi terlebih dulu di daerah asal. Hal itu salah satu bentuk menekan arus urbanisasi. Sehingga, warga dari kota atau provinsi di luar Jakarta dapat sadar, apabila mereka datang ke kota besar mencari pekerjaan namun tanpa keterampilan, maka tidak akan ada gunanya," jelas Purba.

Purba menegaskan, kebijakan itu bukanlah operasi Yustisi (OYK) melainkan pembinaan kependudukan. "Bukan operasi yustisi ya, kalau operasi yustisi kan bentuknya penindakan langsung, kalau ini hanya imbauan saja, mendata dan sosialisasi," tutur dia.

Dinas Dukcapil DKI mencata sejak 2006 arus urbanisasi mengalami penurunan. Jumlah urbanisasi usai Lebaran 2006 menurun hingga 124.427 orang. Begitu juga pada 2009, merosot menjadi 69.554 orang, dan pada 2010 ada 60.000 pendatang. Bahkan tahun 2011, jumlah kaum urban hanya 51.875 orang. (Ali/Ary)

Irjen Pol Badrodin Haiti Dilantik Jadi Kabaharkam Polri


Irjen Pol Badrodin Haiti Dilantik Jadi Kabaharkam Polri Asisten Operasi Kepala Polri Irjen (Pol) Badrodin Haiti (Antara/Rosa Panggabean)

Liputan6.com, Jakarta : Asisten Operasional Kapolri Irjen Pol Badrodin Haiti naik jabatan menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri. Ia dilantik Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di Ruang Pertemuan Utama Mabes Polri, Jakarta, hari ini, Selasa (13/8/2013), pukul 07.30 WIB.

Badrodin dinilai sebagai sosok yang diberikan kepercayaan untuk mengemban tugas pemeliharan keamanan dan ketertiban masyarakat di dalam negeri menggantikan Komjen Pol Oegroseno yang menjadi Wakil Kepala Polri sejak Kamis 1 Agustus lalu.

Badrodin merupakan polisi angkatan 1982. Pria kelahiran 24 Juli 1958 ini pernah beberapa kali memegang jabatan kepala kepolisian di sejumlah daerah. Dia tercatat pernah menjadi Kapolda Sumatra Utara, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.

Pria 65 tahun itu juga sempat menjadi Kepala Divisi Hukum Polri pada 2010 lalu. Kariernya terus meningkat hingga 2011. Dia dipilih sebagai Staf Ahli Operasional Kapolri. Kemudian naik menjadi Asisten Operasional Kapolri. (Riz/Sss)

Jurus Jokowi Bikin Blok G Ramai Pembeli


Jurus Jokowi Bikin Blok G Ramai Pembeli Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (Liputan6 TV)

Liputan6.com, Jakarta : Sebanyak 941 PKL telah terdaftar untuk menempati gedung Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun masih saja timbul kecemasan terjadi penurunan jumlah pembeli ke ketika para pedagang berjualan di dalam.

Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mencoba jurus ampuh demi menarik banyak pengunjung ke Blok G. Yakni dengan membuatkan pintu utama yang cukup besar atau selebar 5-6 meter. Juga promosi kawasan perdagangan itu.

"Oleh sebab itu, nanti akan dibuat gerbang di depan. Itu fasilitas. Kita bicara, cara-cara bisnis. Kalau perlu dipromosikan nanti tiap hari," ujar pria yang akrab disapa Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (12/8/2013).

Selain itu, Jokowi menyatakan Pemprov DKI akan membuat tempat parkir yang baru dan lebih memadai, serta jembatan penghubung dari Blok F. Pembangunan fasilitas di Blok G telah selesai, termasuk saluran air yang sempat tersumbat. Hanya tinggal gerbang utama yang belum terpasang.

Mantan Walikota Solo itu berharap, gerbang utama Blok G dapat diselesaikan pekan ini. Saat ini gerbangnya masih dalam proses pembuatan di pabrik dan akan segera dipasang.

Selain penambahan fasilitas untuk menarik pembeli ke Blok G, Jokowi mengaku sedang memikirkan jurus jitu agar gedung yang terletak di Jalan Kebon Jati itu ramai pengunjung.

"Ini baru saya carikan jurusnya. Blok G itu, saya kan nggak ngerti produk yang mau diangkat apa, sehingga pembeli datang ke sana. Tapi itu memang arus keramaian kok. Asal diberi gerbang ramai. Insya Allah ramai," jelas Jokowi. (Riz)

Ditemukan Surat Kebencian Sisca Yofie ke Oknum Polisi


Ditemukan Surat Kebencian Sisca Yofie ke Oknum Polisi

Liputan6.com, Bandung : Polisi terus mengusut misteri kematian manajer cantik di Bandung, Fransisca Yofie. Kini polisi menemukan bukti baru yakni surat kebencian Sisca terhadap oknum Polri.

Bukti-bukti baru hubungan Sisca Yofie dengan oknum Polri itu ditemukan saat polisi menggeledah rumah Sisca. Dari penggeledahan ditemukan foto-foto mereka dan sejumlah surat.

"Dalam surat itu berisi kebencian almarhum kepada yang bersangkutan," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Sutarno kepada Liputan6.com, Senin (12/8/2013).

Namun Sutarno enggan menyebutkan apakah ada kaitan oknum Polri itu dengan kematian Sisca Yofie secara tragis. "Belum sampai ke sana," ujarnya.

Terkait kasus ini, polisi sudah menetapkan Ade dan Wawan sebagai tersangka pembunuhan sadis terhadap Sisca. Keduanya pun terancam hukuman mati.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan 4 orang yang diduga sebagai pencuri dan penadah barang-barang milik Sisca. Semuanya kini telah menjadi tersangka. (Ary)

Polri: Korban Tewas H+3 Lebaran Capai 101 Orang


Polri: Korban Tewas H+3 Lebaran Capai 101 Orang

Liputan6.com, Jakarta : Mabes Polri mencatat sejak operasi ketupat pada H-6 Idul Fitri 1434 H diberlakukan, korban tewas mencapai 518 orang dari 2.337 kasus kejadian kecelakaan lalu lintas pada musim mudik Lebaran tahun ini.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, jika dirinci selama 2 hari saja, korban tewas akibat laka lantas terhitung sejak H+2 mencapai 87 orang. Sedangkan H+3 sebanyak 47 orang. Kejadian laka lantas itu dari 263 kasus pada H+2 dan 243 kasus pada H+3 Lebaran.

"Untuk korban luka berat pada H+2, luka berat sebanyak 131 orang, dan luka ringan 388 orang. Sedangkan H+3 sebanyak 101 orang, dan 399 orang mengalami luka ringan," kata Agus di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/8/2013).

Meski begitu, Mabes Polri mengklaim total kecelakaan dan korbannya tahun ini menurun hingga hampir 30 persen dibanding tahun lalu. Apabila kita bandingkan dengan periode yang sama pada 2012, maka akan didapat angka untuk jumlah kejadian seluruhnya ada 3.824 kasus.

"Berarti ada penurunan sekitar 29 persen untuk tahun lalu. Tahun 2012 jumlah korban meninggal dunia ada 587 orang, juga penurunan 12 persen. Jumlah luka berat 962 orang, penurunan 12 persen," tuturnya.

Dia menuturkan, penyebab kecelakaan didominasi kelelahan para pengendara, baik pengemudi motor maupun sopir. Setidaknya Polri mencatat sejak H-6 hingga H+3 Lebaran, penyebab kecelakaan lantaran mengantuk dengan jumlah mencapai 476 orang.

"Kalau kecelakaan akibat minuman alkohol jumlahnya 49, batas kecepatan 236, tidak jaga jarak 293, dan melangar rambu lalu lintas sebanyak 70," pungkas Agus. (Frd/Ary)

[VIDEO] Bentrokan Warga Kembali Pecah di Makassar


[VIDEO] Bentrokan Warga Kembali Pecah di Makassar

Liputan6.com, Makassar : Bentrokan antara 2 kelompok warga kembali pecah di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin 12 Agustus malam. Dua kelompok warga, yakni warga Kampung Baru dan Kampung Toraja terlibat saling serang. Warga yang terlibat saling serang menggunakan batu, anak panah, dan bom molotov.

[VIDEO] Cegah Bentrokan 2 Desa di Bima, TNI-Polisi Siaga

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV Selasa (13/8/2013), kedua kelompok tersebut juga membekali diri dengan senjata tajam, dan tak segan-segan menggunakan senapan angin untuk melumpuhkan lawan mereka.

Kedua kelompok warga yang masih 1 jalan ini saling berhadapan dan tidak lagi memedulikan keselamatan mereka akibat terbakar dendam. Polisi yang tiba di lokasi pun tampak kesulitan melerai tawuran. Hal itu dikarenakan banyaknya warga yang terlibat. Polisi pun terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Akibat bentrokan ini, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi rusak parah. Bahkan salah satu rumah warga nyaris terbakar akibat dilempar bom molotov. Dari bentrok tersebut, polisi menangkap 2 warga dari masing-masing kelompok yang bertikai dan langsung dibawa ke Mapolrestabes Makassar untuk diperiksa lebih lanjut. (Mhs/Riz)

Ditemukan Tewas di Sungai, Siti Mahasiswi Unpam Diduga Dibunuh


Ditemukan Tewas di Sungai, Siti Mahasiswi Unpam Diduga Dibunuh

Liputan6.com, Bogor : Kasus ditemukannya mahasisiwi semester IV Universitas Pamulang (Unpam), Siti Halimah Tsu'diyah ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di Sungai Cisadane, Rumpin, Bogor masih menjadi teka-teki.

Dugaan sementara, Siti tewas dibunuh. Hal tersebut mengacu pada kerudung biru milik korban yang menjerat leher dan luka lebam di sekitar mulut.

"Kelihatannya dibunuh ya. Soalnya kelilit kerudung biru di leher dan ada luka lebam di mulut," kata petugas piket Polsek Rumpin, Aiptu Ade Abdur Rouf saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Senin (12/8/2013) malam

Dia menjelaskan, Kanit Reskrim Mapolsek Rumpin baru memeriksa 2 saksi yang tidak lain adalah orang tua korban.

"Belum ada perkembangan lagi ya. Selain kita sudah periksa orang tua korban, kita juga tunggu hasil otopsi," tambah Ade.

Siti menghilang dari kediamannya pada Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran hari pertama, tepatnya tanggal 8 Agustus 2013. Kemudian ditemukan di Sungai Cisadane pada Minggu 11 Agustus kemarin sore. (Riz)

Rentetan Peluru Terjang Masjid, 44 Orang Meninggal


Rentetan Peluru Terjang Masjid, 44 Orang Meninggal

Liputan6.com, Abuja : Tiba-tiba saja rentetan peluru memecah keheningan pagi di sebuah masjid di timur laut Nigeria. Akibatnya 44 orang menjadi korban. Mereka semua meninggal dunia di lokasi penembakan itu, sebelum sempat dievakuasi oleh tim penyelamat.

Insiden penembakan itu terjadi pada Minggu 11 Agustus usai salat subuh, namun beritanya baru tersebar ke publik pada Senin 12 Agustus waktu setempat. Seperti dimuat pada BBC, Selasa (13/8/2013), serangan itu terjadi di kota Konduga, 35 km dari ibukota negara bagian Maiduguri.

Selain 44 orang meninggal dunia, Nigeria Daily Post melaporkan lebih dari 26 orang dirawat karena mengalami luka dalam insiden penembakan itu. Seluruhnya telah dilarikan ke rumah sakit di Maiduguri.

Seorang anggota dari kelompok hakim sipil mengatakan, 4 dari korban tewas kena terjangan peluru ketika hendak memberikan bantuan setelah mendengar ada insiden penembakan.

Tak berapa lama, 12 warga sipil juga dilaporkan tewas di Desa Ngom, tak jauh dari Maiduguri.

Menurut pemberitaan media, orang-orang bersenjata yang menembaki masjid itu diduga berasal dari kelompok Islam Boko Haram, yang telah menewaskan ribuan orang di Nigeria utara sejak 2009.

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan sempat menyatakan keadaan darurat di 3 negara bagian utara dan timur Nigeria pada Mei, karena pasukannya melakukan serangan terhadap militan Islam yang telah menewaskan banyak warganya.

Kelompok militan Boko Haram memang disebut-sebut ingin menggulingkan pemerintah Nigeria, dan menciptakan negara Islam di utara. (Tnt/Sss)

[VIDEO] Pintu Keluar Baru Stasiun Tanah Abang


[VIDEO] Pintu Keluar Baru Stasiun Tanah Abang

Liputan6.com, Jakarta : Usai pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat ditertibkan Pemda DKI kini PT KAI berencana membuat pintu keluar penumpang stasiun Tanah Abang.

Pintu keluar itu rencananya akan memiliki akses langsung ke jalan raya yang letaknya di ujung stasiun. Pintu ini selain untuk mengatasi penumpang berdesakan juga sebagai tindak lanjut atas penertiban PKL. Demikian yang ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (13/8/2013) dini hari.

Dengan dibangunnya jalan baru ini, KAI berharap lalu lintas di Jalan Jati Bunder menjadi lancar dan penumpang bisa langsung memilih moda angkutan lainnya dengan mudah.

Selama ini tangga naik yang sudah dibedakan antara yang masuk dan keluar seringkali tak efektif. Banyaknya penumpang yang akan keluar membuat tangga penumpang masuk digunakan untuk keluar.

Alhasil penumpang yang masuk akan mengalah dan berdesakan. Penumpang juga mengeluhkan pintu keluar yang rencananya harus berjalan memutar ke ujung timur stasiun. (Mhs/Riz)

[VIDEO] Tanah Abang Bersih dari PKL, 100 Aparat Jaga Bahu Jalan


Oleh Yudhi Wibowo, Desa Apridini, dan Dedi Sunandar[VIDEO] Tanah Abang Bersih dari PKL, 100 Aparat Jaga Bahu Jalan

Liputan6.com, Jakarta : Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mulai terasa dampaknya. 3 Lajur jalan di depan Pasar Tanah Abang yang biasanya macet kini lancar kembali.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (12/8/2013), lalu lintas di kawasan itu kini lebih lancar pasca-penertiban. Sebanyak 100 petugas dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta dikerahkan untuk menjaga badan jalan agar tak kembali diduduki para PKL.

Setiap kendaraan juga dilarang parkir di jalan. Mereka harus parkir di gedung. Ini dilakukan semata-mata demi kelancaran arus lalu lintas.

Sementara para PKL kini harus mengurusi sejumlah persyaratan agar bisa berjualan di tempat yang lebih layak, yakni di gedung Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mereka harus mendaftar ulang untuk kemudian diverifikasi dan mengikuti pengundian. (Ndy)

Ucapkan Salam Lebaran, Paus Fransiskus: Muslim Saudara Kita


Ucapkan Salam Lebaran, Paus Fransiskus: Muslim Saudara Kita

Liputan6.com, Roma : Pemimpin suci umat Katolik sedunia Paus Fransiskus I memberi ucapan selamat Lebaran kepada para umat Muslim. Dia menegaskan, umat Muslim adalah saudara.

"Umat Muslim baru saja melalui bulan Ramadan. Berpuasa, salat id, dan sedekah. Umat Muslim di seluruh belahan dunia adalah saudara kita," kata Paus Fransiskus saat ceramah balkon jendela Vatikan, Roma, seperti dikutip dari BBC, Selasa (13/8/2013).

Paus juga berharap warga Nasrani dan Muslim bisa saling menghormati satu sama lain. Toleransi perlu dijunjung tinggi. "Kita harus mengajari kaum muda untuk menghormati agama orang lain."

Paus Fransiskus dikenal menjunjung tinggi toleransi umat beragama. Sebelumnya Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio ini menyampaikan pesan Ramadan untuk umat Muslim sedunia.

"Mulai tahun pertama saya (menjadi Paus), saya ingin memberikan pesan dari lubuk hati yang terdalam dan penghormatan kepada umat Muslim. Terutama kepada para pemuka agama," ujar Paus Fransiskus, seperti dimuat CNN.

Paus juga dicap sebagai seorang yang amat sederhana. Kesederhanaannya itu tercermin mulai dari kehidupannya sehari-hari. Sikap ini telah terlihat saat ia tiba di Vatikan dari negerinya di Argentina. Ketika itu Paus tak mau kopernya dibawakan. (Riz)

Polisi Cek Hasil Otopsi Siti Mahasiswi Unpam


Polisi Cek Hasil Otopsi Siti Mahasiswi Unpam

Liputan6.com, Bogor : Penyebab mahasiswi semester IV Universitas Pamulang Siti Halimah Tsu'diyah yang ditemukan tewas di Sungai Cisadane, Rumpin, Bogor masih misterius. Dugaan sementara, Siti tewas dibunuh. Hal tersebut mengacu pada kerudung biru milik korban yang menjerat leher dan luka lebam di sekitar mulut.

Terkait tindakan penyelidikan, saat ini Kanit Reskrim Mapolsek Rumpin sedang menuju ke RS Polri guna mengetahui hasil otopsi terhadap Siti.

"Kanit Reskrim menuju ke rumah sakit Polri buat lihat hasil otopsi. semoga besok pagi sudah bisa dikeluarkan hasilnya (otopsi)," kata petugas piket Polsek Rumpin, Aiptu Ade Abdur Rouf saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin (12/8/2013) malam.

Pihak kepolisian hingga kini baru memeriksa 2 saksi yang tidak lain adalah orang tua korban. "Belum ada perkembangan lagi ya. Selain kita sudah periksa orang tua korban. Kita juga tunggu hasil otopsi," tambah Ade.

Siti menghilang dari kediamannya pada Lebaran hari pertama, tepatnya tanggal 8 Agustus 2013 sekitar pukul 15.00 WIB. Ia kemudian ditemukan tewas pada Minggu 11 Agustus 2013 di Sungai Cisadane. (Riz)